FOLLOW US

Tips Menyusui : 5 Hal Penting Seputar ASI

Selasa, 20 Desember 2011

Tips Menyusui : 5 Hal Penting Seputar ASI
Air Susu Ibu atau ASI sangat penting diberikan pada setiap bayi yang baru dilahirkan. Gizi dan nutrisi yang terkandung dalam ASI dibutuhkan oleh bayi Anda pada tahun-tahun pertama mereka hidup di dunia. 5 tips berikut akan membantu para Ibu menjadi lebih ahli dan nyaman saat menyusui bayi mereka.

Berikan ASI langsung setelah melahirkan
Jangan tunda memberikan ASI pada buah hati Anda yang baru dilahirkan. Tepat setelah mereka lahir, langsung letakkan bayi pada dada Anda. Kulit yang bersentuhan antara si jabang bayi dengan Ibunya akan merangsang produksi susu ASI secara alami. Hal ini pun sangat disarankan karena mampu membuat bayi merasa nyaman, hangat dan terlindungi. ASI pertama yang keluar dari payudara Ibu mengandung colostrum, yakni cairan yang kaya akan vitamin, protein, dan unsur kekebalan tubuh untuk melindungi bayi Anda.

Hindari menjadwalkan pemberian ASI
Daripada menjadwalkan pemberian ASI pada jam-jam tertentu, lebih baik jika Anda melihatnya berdasarkan tanda-tanda saat si bayi merasa lapar, seperti menjilat-jilat bibirnya, atau memasukkan tangannya ke mulut, dsb. Dalam minggu-minggu pertama, bayi membutuhkan setidaknya 8 kali ASI sehari. Semakin sering sang Ibu menyusui maka akan merangsang keluarnya hormon prolactin yang bermanfaat dalam produksi ASI.

Berikan ASI selama (minimal) 6 bulan
Riset membuktikan bahwa ASI merupakan makanan sekaligus minuman yang paling dibutuhkan bayi selama 6 bulan setelah kelahirannya, sebab kandungan ASI murni selama 6 bulan tersebut akan berguna hingga sepanjang hidupnya. Selama masa ASI, bayi tidak lagi memerlukan asupan lain kecuali vitamin D (terkandung dalam sinar matahari pagi).

Mencegah puting payudara luka saat menyusui
Pada proses menyusui terkadang para Ibu mengalami puting payudara yang tergores atau luka akibat hisapan sang bayi yang terlalu keras. Jangan khawatir apalagi trauma, karena hal ini lumrah terjadi, dan mudah disembuhkan bahkan dicegah. Jika hal ini terjadi saat bayi sedang menyusu, lepaskan sudut mulut si bayi perlahan dari puting Anda sementara, kemudian mulailah kembali. Jika rasa sakit atau perih masih berlanjut, mintalah pertolongan ahli breastfeeding untuk mengatasinya. Untuk mencegah putting yang mudah terluka saat menyusui, sebaiknya Anda harus :
  • Keluarkan 1-2 tetes ASI sehabis menyusui dan perlahan balurkan pada kulit disekitar payudara.
  • Pastikan puting payudara kering sebelum Anda berpakaian.
  • Gantilah breast pad setiap habis menyusui.
  • Kenakan bra terbuat dari bahan katun untuk memudahkan sirkulasi udara.
  • Meminum teh herbal chamomile juga sangat bermanfaat bagi Ibu yang sedang menyusui.

Simpan ASI dalam botol untuk Ibu yang bekerja
Meski sang Ibu harus pergi bekerja atau meninggalkan bayinya, tidak berarti pemberian ASI harus berhenti. Ibu dapat menyimpan ASInya di tempat bersih selama 6-8 jam. ASI mampu bertahan hingga 2 minggu jika disimpan dalam lemari pendingin (temperature di bawah 18 derajat celcius). Jangan memanaskan bayi dalam microwave, tetapi cobalah hangatkan ASI dalam botol yang diletakkan di tengah air hangat agar unsur vitamin C dan kandungan nutrisi lainnya tidak hilang.

Happy breastfeeding, Moms! (pfa)