FOLLOW US

Melupakan Pagi Datang

Jumat, 18 Juni 2010

Melupakan Pagi Datang

Pantai Bama terletak lebih kurang 3 km dari kawasan savana Bekol. Sementara, pantai Bilik dan pantai Sejile berada di wilayah utara perairan Taman Nasional Baluran. Nilai plus-plus dari ketiga pantai yang mengelilingi seputar gunung dan hutan Baluran, sangat berbeda, baik dari aktifitas ataupun pemandangan lain yang dapat dinikmati dengan sepenuh jiwa dan raga. Terutamanya tentu saja bagi jiwa petualang, yang menyukai tantangan berbeda. Untuk pengunjung yang menginginkan ketenangan, Pantai Bilik dan Sejile merupakan tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan. Panoramanya nan indah menjadi daya tarik tersendiri, ciri khas pantai ini adalah pada saat air laut surut, akan tampak daratan berpasir putih yang berbentuk menyerupai lidah, sehingga dinamakan Sejile (bahasa Madura) yang berarti lidah. Aktifitas yang sangat dianjurkan, bersnorkeling! Pemandangan bawah airnya sangat menakjubkan!!! Terumbu karang yang masih utuh dan aneka ikan hias benar-benar akan membuat acara snorkeling kalian semakin mengasyikan.

Nah kalau untuk sekedar berenang-renang di bibir pantai, pantai Bama paling cocok dan akan menyenangkan, kalian akan melupakan bahwa kalian telah dewasa. Sisi kanak-kanak kalian akan keluar. Hamparan pasir putih yang landai dengan birunya laut, benar-benar membuat larut dalam perpaduan biru dan putih di sana. Bahkan, mungkin, kalian juga akan lupa, kalau di ujung pinggir pantai, terdapat monyet-monyet yang berseliweran. Karena pantai Bama dikelilingi oleh hutan mangrove sebagai habitat berbagai jenis burung dan satwa primata. Seperti kera abu-abu (Macaca fascicularis), lutung (Trachypitecus auratus), biawak (Varanus salvator), dan aneka jenis burung. Pada pagi hari, ada bonus tontonan gratis, yaitu atraksi kera abu-abu yang sedang memancing menggunakan ekornya, yang memang merupakan kegiatan mereka di pagi hari. Semuanya alami, bukan memang disengaja untuk sebuah pertunjukan. Ketika malam berlalu, dan pagi datang menjelang, singkirkan keenganan kalian, Sunrise di sini akan menghapus kesedihan kala malam menghilang, dengan sinarnya yang memberikan harapan baru, gairah baru. Dan saat fajar menjelang, saya pun siap menyambutnya, melupakan (kalau) pagi pun telah datang. (Nastya)