Deru Dan Basah Di Sungai Citarik
Jumat, 4 Juni 2010
Sebelum naik di atas perahu karet yang tersedia, kita akan diberikan petunjuk dasar. Dari mulai duduk, mengayuhkan dayung, hingga kalau kita jatuh terjerembab. Akan lebih aman jika kalian bisa berenang!!! Namun bila tidak pun, pelampung yang wajib dikenakan, akan cukup membantu kalian untuk tetap mengapung. Paket makan siang yang tersedia di awal, akan sangat-sangat membantu, jadi jangan sampai tidak disantap. Satu, dua, tiga, Go!!! Instruktur akan terus membimbing kalian, duduk di kiri, berpindah ke kanan, mendayung maju atau mundur, dan bila ada batu besar, cukup letakkan dayung di atas paha, dengan tangan tetap mengepal pada bagian gagangnya. Sesekali, para instruktur akan berbuat iseng, tentu saja dengan maksud membuat badan kalian kuyub. Mengarahkan perahu pada batu besar, membaliknya dengan cepat, bila badan kita salah posisi, atau kepalan tangan kita tidak cukup kencang memegang dayung, perahu pun akan terbalik. Perahu terus melaju, dari ketinggian dengan arus yang cukup deras. Teriakan dengan wajah ceria akan mewarnai perjalanan singkat kalian, menyusuri Sungai Citarik. Tiba di tempat pemberhentian, sebuah warung telah menyiapkan satu butir kelapa hijau yang segar, untuk masing-masing orang. Dengan deru nafas yang masih tersenggal, tubuh yang basah, keriangan tetap akan terpancar. So guys, are you ready???!!!??? (Nastya)


David Archuleta Gandeng Daniel Bedingfield
Deswita Maharani Tertangkap Basah Dengan Ferry Maryadi
Farmville dan Netflix Dapat Diakses di iPhone
Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak
Agrowisata Apel, Malang
Pecel Bu Yatin, Surabaya
Acer LumiRead Dilengkapi QWERTY Keyboard