FOLLOW US

Pahlawan Kanvas

Kamis, 13 Mei 2010

Pahlawan Kanvas
Letaknya Museum ini, Museum Affandi berada pada lokasi yang sangat strategis. Tepat dan lengkapnya di Jalan Laksamana Adi Soetjipto No. 167, yang lebih akrab dengan sebutan Jalan Solo, karena merupakan jalan utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dan kota Solo. Amat mudah untuk dicapai, dengan berbagai fasilitas angkutan umum, atau juga kendaraan pribadi. Tunggu apalagi? Segera luncurkan diri kalian untuk mengunjungi tempat penyimpanan mahakarya Pahlawan di bidang seni lukis, Museum Affandi. Untuk gambaran mengenai tempat tersebut, baca terlebih dahulu tulisan ini J.

Memiliki tiga Ruang Pamer utama, yakni : Galeri I yang berisikan semua karya lukis dan koleksi pribadi Affandi, Galeri II yang berisikan karya sulam dan lukis dari perempuan-perempuan dalam hidup Sang Maestro (Maryati –istri pertama, Kartika – putri Affandi, Rukmini – istri keduanya), Galeri III yang memiliki tiga lantai bangunan : lantai 1 untuk ruang pameran, lantai 2 untuk ruang perawatan, dan lantai bawah tanah untuk penyimpanan lukisan. Bangunan ini memiliki bentuk yang unik, tampak luar seperti pelepah pisang, desain bangunan ini dibuat sendiri oleh Affandi, diatas tanah tempat beliau dan keluarga tinggal.

Affandi, seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak, menghasilkan 2000 karya lukis di semasa hidupnya. Memamerkan karyanya ke berbagai negara belahan benua bahkan, seperti Asia, Eropa,Amerika, Australia - dan diakui kebesaran karya-karyanya oleh para pelukis besar mancanegara. Pelukis ini yang kerap mengenakan sarung dengan pipa cerutu terselip dibibirnya, dengan celetukan-celetukan yang ditumpahkan pada tube ke kanvas lalu dilanjutkan dengan jari-jarinya dalam membuat lukisan, yang bertemakan perikemanusian, perikebinatangan, begitulah celetukannya yang membuat orang terbahak - 'perikebinatangan', sisi humanis pun terangkat dalam karyanya. Sepanjang perjalanan karirnya, dalam langkah kakinya, Affandi pun mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974. Berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia, sementara di Florence, Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro. Itu prestasi internasionalnya, di dalam negeri penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta.

Halaman ini tak akan cukup untuk menuturkan kegigihan, loyalitas terhadap pekerjaannya, penghasil karya lukis anak negeri, yang diakui dunia internasional. Dan warisan yang diberikannya pada bangsa ini, selain Museum, sekolah Gajah Wong, yang didirikannya dan terdapat dalam lingkungan museum Affandi, untuk meneruskan perjuangan beliau, itu adalah jalan panjang pemikiran beliau, untuk menghasilkan generasi penerus anak bangsa sebagai pekerja seni yang mengabdi pada keinginan 'membuat sesuatu', dan itulah pengembangan kata Pahlawan, bagi saya, dan juga bagi kalian. (nastya)