Home | Archive Login | Register
Kamis, 9 September 2010
 
Lovely Today
Eternal Summer : Persahabatan, Cinta Segitiga dan Homoseksualitas (DVD Review)
Jumat, 30 July 2010
Dunia makin permisif dengan berbagai hal. Kemunafikan pun ditentang, sehingga yang dulunya aib kini terang benderang. Pun persoalan homoseksualitas yang dulu selalu disembunyikan ibarat penyakit menular, kini mulai berani diperlihatkan. Berbagai media mulai rajin membahas preferensi seksual dari sudut pandang umum hingga masuk ke lini pisikologis. Dalam film, problema homoseksualitas yang dulu hanya sekedar bumbu, kini diracik sebagai menu utama. Setelah sukses Brokeback Mountain yang menyentuh hati, dari Asia kini ada Eternal Summer yang tak kalah menggetarkan. Bahkan dalam beberapa sisi, film garapan Leste Chen ini terasa lebih emosional.

Jika Brokeback Mountain menyoroti kisah dua lelaki kesepian di tengah hamparan gunung, maka Eternal Summer memberi porsi besar untuk mengamati perlahan namun pastinya cinta yang menghampiri dari persahabatan yang telah terjalin sejak dini.

Pagi itu seperti biasanya. Di sebuah kota kecil di utara Taiwan, murid-murid sebuah SD tengah bersiap untuk belajar. Tiba-tiba seorang gadis clik masuk dan diperkenalkan sebagai murid baru. Ia ditempatkan tepat di belakang Yu Shou-heng. Tiba-tiba Yu mengambil gunting dan srettttt, rambut gadis itu diguntingnya sedikit. Perbuatan itu sempat dihalau oleh Kang Cheng-hsing, teman sebangkunya, namun Yu lebih gesit. Perbuatan itu berujung pada dihukumnya Yu, juga ”dihukumnya” Kang agar dapat menjadi teman bagi rekannya yang usil dan nakal itu.

Film lantas maju beberapa tahun setelahnya. Keduanya telah beranjak dewasa. Namun tak ada yang berubah dari persahabatan Yu (Joseph Chang) dan Kang (Bryant Chang). Secara rutin Yu menjemput Kang di rumahnya sebelum berangkat ke sekolah dan juga pulang bersama-sama. Hingga seorang perempuan masuk ke dalam kehidupan mereka. Hui-chia (Kate Yeung) tertarik pada Yu. Suatu ketika, keduanya bolos ke Taiwan dan check-in di sebuah motel. Ciuman terjadi namun interupsi dilakukan oleh Yu. Hui kaget dan gusar. Pelan-pelan tahulah Hui bahwa lelaki yang disukainya itu kemungkinan tak menyukai perempuan. Rahasia itu disimpannya rapat-rapat sehingga kehidupan mereka berjalan normal kembali. Hingga suatu ketika Kang bertemu dengan Hui dan jatuh cinta. Cinta segitiga diantara sepasang sahabat saja sudah sulit, apalagi skrip yang ditulis oleh Cheng-Ping Hsu itu juga mengolah soal homoseksualitas didalamnya. Dan disinilah Eternal Summer memainkan peranannya.

Yang menarik karena film ini dituturkan dengan tone yang perlahan, tak terburu-buru juga terasa emosional. Sisi itu dieksplorasi secara maksimal tak hanya lewat aspek cerita, namun juga dari karakterisasi, sinematografi hingga musik yang mengalun tenang sepanjang film. Eternal Summer bisa jadi terasa lambat bagi sebagian pecinta film, namun jelas sekali bahwa film itu dibuat dengan baik. Pondasi ceritanya memang sudah meyakinkan sehingga tak ada masalah sama sekali dengan plot-nya. Semuanya terasa realistis dan dengan gampang membuat penonton bisa merasakan keresahan demi keresahan yang dirasakan oleh tiga karakter utamanya.

Film yang baik juga memungkinkan penonton melihat perkembangan karakter demi karakter. Dan Eternal Summer mempunyai itu, dan di tangan Chan, ketiga aktor bermain meyakinkan. Chan juga cerdik memilih Joseph Chang yang punya karakter wajah maskulin yang dikontraskan dengan Bryant Chang dengan garis wajah yang lembut. Dan penggambaran Chan sungguh pas. Sosok gay disini tak stereotype, seperti pada banyak film yang menjadikan tokoh homoseksual sebagai pelengkap penderita.

Perkembangan karakter Kang dengan segala kegelisahannya akan identitas dirinya tercermin melalui gerak dan sikap, tak melalui kata-kata. Dan refleksi itu bisa ditangkap dengan tepat oleh Eternal Summer dan faktor inilah yang menjadi poin paling kuat dan membuat penonton heteroseksual tak merasa jengah menonton film ini. Tonton dan buktikan sendiri! (ipe/photo: istimewa)


ETERNAL SUMMER

Director : Leste Chen
Cast : Bryant Chang, Joseph Chang, Kate Yeung
Script Writer : Cheng-Ping Hsu
Distributor : Jive! Collection
Price : IDR 59,000




ARTIKEL LAIN DI
Sutradara Gaek Gandeng Ibu Negara Perancis
Dalam Salt, Amerika "Menemukan" Pahlawannya
Satu Tokoh Dalam Tiga Visualisasi
Prosa Liris Manusia Kesepian Dalam Unfinished Sky
Indigenes (Days of Glory) Sebagai Kado Untuk Pembela Tanah Air
I Know What You Did On Facebook Pertanyakan Fenomena Di Facebook
3 Hati Diantara Giddens, Rosid dan Pluralisme
Dalam Chloe, Ada Keresahan Yang Tersamar Dan Gelora Sensualitas
Dalam Knight and Day, Pertemuan Berbuah Petaka, Juga Cinta
Tanah Air Beta Ungkap Kasih Sayang Yang Berhenti Di Perbatasan
ARTIKEL LAIN:
'Koil' Rilis Ulang Album Blacklight
Kate Winslet Temukan Tambatan Hati
Komedi Satir Tentang Amerika Dalam The Joneses
Alicia Keys Rahasiakan Tanggal Pernikahan
Yovie & Nuno Tidak Buat Album Religi
Taylor Swift Curhat di Album Barunya
Simon Cowell Keluar Dari American Idol
Agnes Monica Tidak Menurunkan Standar Albumnya
Strategi Calon Superstar Indonesian Idol
Megan Fox Bikin Video Intim