Home | Archive Login | Register
Minggu, 5 September 2010
 
Lovely Today
Midnight In Paris: Seni Di Dalam Darahnya
Jumat, 30 July 2010

February 2008, Carla Bruni menambah nama belakangnya dengan Sarkozy. Banyak kontroversi yang timbul beberapa waktu setelah pernikahan Presiden Perancis – Nicolaz Sarkozy. Perjalanan hidup Carla Bruni memang sangat menarik, sebelum menyandang predikat First Lady in France, Bruni adalah seorang pekerja dunia hiburan. Quelqu'un m'a dit , No Promises, Comme si de rien n'était adalah tiga studio album yang telah dihasilkan oleh wanita kelahiran 23 Desember 1967. Menjadi duta dunia untuk Global Fund yang berbasis di Genewa untuk penanggulangan masalah AIDS, tuberculosis, dan malaria. Dengan parasnya dan tubuh indahnya, panggung catwalk pun menjadi pijakan langkah kaki wanita yang akan berusia 43 tahun menjelang akhir tahun ini. Bahkan album ketiganya dirilis saat ibu Negara berumur 41 tahun – dua tahun yang lalu, yaitu Comme si de rien n'était. Tidak sampai di sana saja kaki jenjang itu melenggok, sebelum menghentikan pada sebuah istana Perancis, Bruni sempat berkerja untuk beberapa rumah mode, seperti Christian Dior, Givenchy, Yves Saint-Laurent, Chanel, Versace, John Galliano, dan masih beberapa lagi. Dan sempat pula membuat geger dengan berfoto telanjang! Sehingga tabloid-tabloid Inggris pun bergunjing saat pemilik nama lengkap Carla Bruni Tedeschi Gilberta dipersunting Presiden Sarkozy.

Pada saat Festival De Cannes yang diselenggarakan pada 12 – 23 Mei 2010, pada jumpa pers film A Tall Dark Stranger, Woody Allen sebagai sutradara film tersebut, menyinggung soal film berikutnya, Midnight in Paris. Sebuah film komedi romantis, yang menceritakan sebuah keluarga yang melakukan perjalanan bisnis ke ibukota Perancis. Keluarga itu terdiri atas pasangan muda yang telah bertunangan, yang dipaksa mengonfrontasi ilusi bahwa kehidupan yang berbeda dari kehidupan mereka, lebih baik. Allen meminang Bruni saat perjumpaan mereka pada musim panas lalu di The Elysees Palace. Allen menawarkan peran singkat kepada Bruni. Lalu bagaimana sambutan Bruni? "I'd like to you know, when I'm a grandmother, to have done a Woody Allen film".

Puncak kehebohan pun berlangsung 27 Juli 2010 yang baru lalu, saat pengambilan gambar untuk Carla Bruni. Selama 5 jam, ibu Negara berada di lokasi suting – di Paris, dengan mengambil sebanyak 35 scenes. Bruni tampak sangat menikmati suasana suting bersama bintang lainnya, Owen Wilson. Dan tampak sang suami – Nicholas Sarkozy menemani beberapa saat dengan penjagaan yang ketat. Film berlatar belakang 1920-an itu, Bruni memerankan tokoh Direktur Museum Paris dengan bawahannya yang diperankan oleh aktris peraih Piala Oscar, Marion Cotillard. Film tersebut juga dibintangi aktor Adrian Brody. Seperti apa hasil film rayuan Woody Allen kepada first lady Perancis??? Nantikan 2011 nanti (TBC). Konfirmasi yang nyata adalah dunia seni ada menempel di darah wanita nomor satu di Perancis! (Nastya/photo : dok. special)



ARTIKEL LAIN DI
Dalam Salt, Amerika "Menemukan" Pahlawannya
Satu Tokoh Dalam Tiga Visualisasi
Prosa Liris Manusia Kesepian Dalam Unfinished Sky
Indigenes (Days of Glory) Sebagai Kado Untuk Pembela Tanah Air
I Know What You Did On Facebook Pertanyakan Fenomena Di Facebook
3 Hati Diantara Giddens, Rosid dan Pluralisme
Dalam Chloe, Ada Keresahan Yang Tersamar Dan Gelora Sensualitas
Dalam Knight and Day, Pertemuan Berbuah Petaka, Juga Cinta
Tanah Air Beta Ungkap Kasih Sayang Yang Berhenti Di Perbatasan
Le Grand Voyage Angkat Sepotong Cerita Tentang Jarak (DVD Review)
ARTIKEL LAIN:
'Koil' Rilis Ulang Album Blacklight
Kate Winslet Temukan Tambatan Hati
Komedi Satir Tentang Amerika Dalam The Joneses
Alicia Keys Rahasiakan Tanggal Pernikahan
Yovie & Nuno Tidak Buat Album Religi
Taylor Swift Curhat di Album Barunya
Simon Cowell Keluar Dari American Idol
Agnes Monica Tidak Menurunkan Standar Albumnya
Strategi Calon Superstar Indonesian Idol
Megan Fox Bikin Video Intim