 |
Salt : Amerika "Menemukan" Pahlawannya
Kamis, 29 July 2010
|
Melewati beberapa dekade, Amerika selalu merasa dirinya sebagai polisi dunia. Sebagai negara yang bahkan bisa mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Beberapa melihat sosok negara itu sebagai pembela kebenaran, namun tak sedikit pula yang melihatnya sebagai pahlawan kesiangan. Dalam puluhan judul film Hollywood, Amerika juga diposisikan sebagai protagonis yang mesti membasmi sejumlah musuh. Dari negara lain seperti Rusia hingga makhluk luar angkasa. Amerika digambarkan bermusuhan dengan Rusia (kala itu masih disebut Uni Soviet) dalam film sesuai latar Perang Dingin kedua negara.
Dalam Salt, Amerika kembali berhadap-hadapan dengan Rusia. Yang tragis karena kali ini lembaga intelijen Amerika dicurigai disusupi oleh double agent (agen ganda). Salah satu yang dicurigai adalah Evelyn Salt (Angelina Jolie). Semuanya berawal dari suatu sore yang seharusnya ceria baginya karena berbarengan dengan ultah pernikahannya dengan suaminya, Michael (August Diehl). Saat itu mendadak seorang agen Rusia diinterogasi. Dan Salt diminta untuk mengulik informasi darinya. Perempuan cantik yang tak punya prasangka apapun itu terperanjat ketika pria Rusia itu menyebut bahwa dirinya adalah mata-mata Rusia.
Sekejap posisi Salt berubah. Dan akhirnya ia merelakan dirinya untuk dikejar-kejar sepanjang film atas tuduhan yang langsung dianggap serius itu. Karena ini adalah thriller action, maka porsi thriller terasa lebih gurih dibanding adegan aksinya yang biasa-biasa saja. Koreografinya masih kalah ciamik dari Knight and Day (yang dibintangi Tom Cruise), bahkan Wanted sekalipun yang juga dibintangi Jolie.
Tapi jangan tanya soal aspek thriller-nya. Inilah yang dijaga betul Philip Noyce sejak awal. Sutradara kawakan asal Australia ini juga bolehlah dibilang khatam dengan genre thriller action yang berhasil diramunya dengan baik dalam film Patriot Games dan Clear and Present Danger. Dibawah penulisan Kurt Wimmer, cerita berkelok dengan lincah. Opening nan efektif memperlihatkan betapa Salt sesungguhnya bukan hanya agen tangguh karena tak bergeming ketika disiksa luar biasa oleh pihak militer Korea Utara, namun nasionalismenya juga tak perlu diperdebatkan lagi. Dan cerita langsung menohok ketika penonton dihadapkan pada sebuah kenyataan : benarkah Salt seorang mata-mata Rusia?
Noyce juga dengan cerdik memilih karakter utamanya yang perempuan. Padahal awalnya kita tahu bahwa peran yang kini dimainkan Jolie awalnya diperuntukkan bagi Tom Cruise. Dengan menjadikan perempuan sebagai sentral cerita tak hanya menjadikan empati sekaligus adrenalin baik penonton pria maupun wanita menjadi ikut terpacu, namun juga membuat dinamika cerita lebih menarik. Apalagi karena disini Salt juga punya kehidupan normal, dimana ia adalah seorang istri yang bahagia dengan suami yang sangat mencintainya.
Yang paling memikat dari Salt adalah twist demi twist yang dihadirkan yang membuat penonton terperangah. Dan juga keberanian Noyce mengakhiri film dengan open ending. Rasanya cukup banyak penonton yang akan terkesima ketika mendapati film ini berakhir di saat yang sungguh tak terduga. (ipe/photo: istimewa)
SALT
Director : Philip Noyce
Cast : Angelina Jolie, Liev Schreiber, Chiwetel Ejiofor
Script Writer : Kurt Wimmer
|
|
|
|
|
|
|