Home | Archive Login | Register
Sabtu, 31 July 2010
 
Lovely Today
Numpang Nampang : Diam Tapi Tak Berbicara
Senin, 15 Maret 2010
Bukan hanya sekedar aksi vandalisme seorang Riyan Riyadi alias Popo di tembok-tembok jalanan kota. Namun ada sekelumit, bahkan mungkin berbagai pesan moral tertera dalam gambar yang ada di tembok-tembok bisu tersebut. Sangat sederhana Popo melukiskan karakternya yang sarat dengan pesan moral. Kalau biasanya Popo menggambar di jalanan, kini pria yang menjabat sebagai dosen Komunikasi Visual Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta itu memakai media yang berbeda yaitu pameran hasil karyanya di Ruang Rupa Gallery, Tebet, Jakarta Selatan.

Pameran yang digelar pada 6 sampai 20 Maret itu menampilkan semua karya-karya terbaiknya selama dirinya bergelut di bidang seni rupa. Gambar sederhana dengan pesan yang sangat luar biasa. Popo Solo Exhibition mengambil tema Numpang Nampang menghadirkan karya yang sangat berkualitas. Numpang Nampang itu salah satu bentuk visual diary miliknya. Bahasa non verbal muralis seperti Popo sangat akrab ditemui di tembok pinggir jalan sekitar Jakarta. Gagasan dari gambar karakter yang ia pakai adalah silence speak. Diam tapi berbicara, itulah yang diangkat oleh Popo selama ini. “Gue pingin teriak-teriak tapi nggak harus bersuara. Makanya gue menciptakan gambar karakter gue dan gue bikin mural di tembok jalan dengan arti, mulut gue diam tapi gambar-gambar gue cerewet,” ujarnya.

Dalam setiap penggambarannya, Popo selalu menyiratkan sebuah pesan. Misalnya pernah pada suatu ketika, ada dua anak sekolahan yang kebetulan satu angkot (angkutan kota, red) dengan Popo. Dua anak sekolah itu tengah asyik memperbincangkan gambar-gambar milik Popo, padahal si empunya ada di samping kedua bocah itu. Tanpa disadarinya karakter yang dibuat olehnya lebih terkenal daripada kreatornya. Lantas, Popo melukis gambar dirinya sambil menggenggam sebuah pisau yang siap menghujam karakter yang lebih terkenal itu dari belakang.

Ada lagi gambar hasil olah digital yang menggambarkan keinginan terpendam pria kelahiran Jakarta, 15 Maret 1982 itu. Dirinya ingin lebih dekat dengan artis idolanya, sebut saja Olla Ramlan dan Maia Estianty. Dirinya membuat olah digital tengah berduaan dengan sang artis. “Ya itu impian gue pingin deket sama artis, tapi belum kesampaian. Ya sudah gue bikin aja gambarnya,” ujar Popo sambil tertawa. (sen)


ReTweet on Twitter Share on Facebook
ARTIKEL LAIN DI ART
Merekam Hitam Putih Manusia Indonesia
Kompleksekali Bandingkan Soeharto Dan Gus Dur
Tenganan Sebagai Representasi Kritis Tradisi
The Fitting Room Bergulat Dengan Identitas
President's Young Talents Mengeksplorasi Seni
Vox Populi Vox Dei
Urbantopia Menembus Batas Fotografi
Tentang Tubuh dan Perempuan
ARTIKEL LAIN:
Amitabh Bachchan Terima Lifetime Achievement Award
Video Klip Lady Gaga & Beyonce Terbanyak Ditonton
Avatar Dirilis Ulang Musim Gugur Mendatang
Kristen Stewart Ubah Imej Dengan Menjadi Joan Jett
Boyzone Gelar Tur Akhir Tahun Ini
Green Zone Pertanyakan Tujuan Perang
Richard Gere Gugup Berakting Bersama Anjing
She & Him Buat Zooey Deschanel Kembali Ke Sekolah
Madonna PDKT Sama Vera Farmiga
Kunci Band Lebih Fresh Dengan Vokalis Baru