Beragam jenis musik ada di tanah air kita tercinta. Mulai dari rock, pop, klasik, religi, dan sebagainya yang terus memanjakan telinga pendengarnya. Musik tidak pernah jalan di tempat. Musik akan selalu terus berkembang. Seperti yang dilakukan oleh Debu, band spesialis lagu Islami alias marawis itu juga terus mengembangkan musiknya. Dan mereka mencoba menghadirkan suatu karya yang berbeda.
“Nanti kita akan menghadirkan suatu karya yang berbeda. Karena ini freestyle, jadi musiknya lebih dinamis. Kita coba pakai freestyle. Kalau kelamaan pakai model lama kan nggak berkembang. Ini agak nakal sedikit,” ujar Mustafa, vokalis Debu, saat ditemui di Restoran Sambara, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (11/3).
Meskipun kini pasar musik Indonesia didominasi oleh lagu-lagu pop, Debu masih konsisten memainkan jenis musik marawis. Baginya, dunia musik adalah kebebasan. Lantas mampukah marawis bersaing di industri musik Indonesia?
“Bisa, tapi marawis memang belum masuk ke industri. Disini (marawis, red) lebih ke penghayatan. Ini akan member kebebasan. Ini akan menghidupkan musik, jadi orang akan terinspirasi bermusik terus,” jawabnya. (sen)