Berbahagialah, wahai pecinta musik Indonesia! Naif hadir kembali untuk memanjakan telinga lewat 'Apa Adanya', single pertama yang diambil dari album baru 'Planet Cinta'. Inilah album studio penuh pertama Naif sejak Televisi di tahun 2007, serta album pertama yang dilepas sepenuhnya di bawah bendera Electrified Records, perusahaan rekaman independen milik Naif sendiri.
Jeda tiga tahun antara 'Televisi' dan 'Planet Cinta' bukan berarti empat sekawan yang membentuk band di kampus Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1995 ini tidak produktif. Di tahun 2008 saja mereka melepas sejumlah karya inovatif, yaitu 'Let's Go', album berisi lagu-lagu baru maupun lagu-lagu lama dengan aransemen berbeda yang dilepas secara gratis. Lantas ada pula 'A Night at Schouwburg' yang mengabadikan konser akustik legendaris Naif di Gedung Kesenian Jakarta dan tentu saja 'BonBinBen', album berisi lagu-lagu yang dibuat khusus untuk anak-anak yang dipaketkan dengan buku cerita BonBinBen : Petulangan di Rimba Hijau Kemilau yang menampilkan tokoh-tokoh kartun yang terilhami oleh para personel Naif sendiri dan bahkan diadaptasi menjadi pementasan teater.
Tahun 2009 pun penuh dengan kesibukan, khususnya proyek di luar Naif. Vokalis David Bayu Danangjoyo dan gitaris Fajar Endra Taruna alias Jarwo masing-masing melepas album di bawah nama DVDBoy dan FekGitar. Basis Mohammad Amil Hussein alias Emil bergabung dengan Mantra dan terlibat dalam soundtrack film Pintu Terlarang dan drumer Franki Indrasmoro Sumbodo alias Pepeng menekuni salah satu hobinya dengan menciptakan seri komik 'Petualangan Naif dan Mesin Waktu'. Semua kegiatan ini bukan berarti Naif terbengkalai, justru sebaliknya karena mereka tetap mengukuhkan reputasi sebagai salah satu band dengan aksi panggung terbaik di Indonesia, sambil mengumpulkan materi lagu untuk album baru yang sudah lama dinantikan oleh para penggemar yang dijuluki KAWANAIF.
Kini di tahun 2010 penantian itu berakhir, dan 'Apa Adanya' menjadi peluru pertama dalam serangan Naif yang kembali ke pentas musik tanah air. Secara keseluruhan 'Planet Cinta' menampilkan Naif yang lebih dewasa, dan itu tercermin dengan baik pada 'Apa Adanya', sebuah lagu bertempo sedang yang berpotensi besar menarik hati pecinta musik di mana saja. “Ini lagu yang paling mudah dicerna, aransemennya tidak terlalu rumit,” kata David, yang juga bertindak sebagai sebagai music director untuk pertama kali pada album yang digarap di studio Mesin Waktu milik Naif ini. “Temanya tentang hubungan di mana yang entah kenapa selalu timbul masalah. Daripada mencari kesalahan, lebih baik terimalah apa adanya karena sudah bersama dan tahu semuanya. Lagu ini sengaja dibuat lebih sederhana, agar dapat diterima lebih banyak orang lagi dan penggemar musik Naif semakin bertambah.”
Walau 'Apa Adanya' terkesan simpel, tapi riff gitarnya yang cepat menempel di kepala, string section yang anggun serta vokal David yang mampu membuat pendengar merinding seolah-olah memberi pelajaran tentang bagaimana cara membuat lagu sederhana yang dapat menyayat hati tanpa harus kehilangan jati diri. (ipe/photo: istimewa)
|