FOLLOW US

Olivia Zalianty: Jajal Kemampuan Sebagai Penulis

Senin, 19 Oktober 2009

Olivia Zalianty: Jajal Kemampuan Sebagai Penulis
Di sebuah sudut ruangan, Olivia terlihat serius mengamati laptop-nya. Ia mencermati ratusan foto yang diambilnya ketika melakukan perjalanan ke Macau. Dengan gayanya yang khas, sambil mengunyah potongan apel hijau, adik Marcella Zalianty ini bercerita. Terlihat bahwa ia memang talk-active person. Orang yang menyenangkan ketika diajak ngobrol. Maka obrolan yang tadinya ngalor ngidul membahas banyak hal bermuara pada satu titik : seputar buku.

Olive (demikian panggilan akrabnya) rupanya tengah asyik dengan dunia barunya. Tak pernah ia membayangkan dirinya menulis buku. Ia memang pecinta buku, namun seringkali tak percaya diri jika ditawari untuk menulis. Baru sekarang ia memberanikan diri menulis buku bersama penulis Nino Leksono. Buku itu akan bercerita seputar masalah sosial, kemanusiaan hingga pengalaman yang bisa jadi akan relate pada pembacanya. Menariknya, Olive menggabungkan dua setting yang sungguh berbeda : Jakarta dan Macau.

Perempuan yang terlihat lebih kurus ini menceritakan seputar buku yang akan terdiri dari 3 fase ini. "Buku ini akan ada tiga fase. Pertama Past Tense (masa lalu) berisi kehidupan masing-masing karakter, lalu kedua Present Tense (masa sekarang) yaitu masa bertemunya dua karakter tersebut, dan Future (masa depan) adalah sebuah masa yang akan dilalui oleh dua karakter tersebut," katanya. Bagi Olive, buku ini juga akan menjadi persembahan kepada ibunda tercinta. Rencananya didalam buku tersebut memang akan banyak menyoroti hubungan antara orang tua dan anak. "Sebagai anak, kita punya kewajiban menghargai orang tua selagi mereka masih hidup, " tambahnya.

Demi berkonsentrasi pada proyek ini, Olive pun belum mengambil tawaran pekerjaan yang menyita waktu. Baginya menulis memang menyenangkan, namun sebagai dunia baru baginya, ia harus terus mengasah diri. Karenanya ia menyempatkan diri kembali lagi ke Macau selama enam hari di awal Oktober. Mengamati kehidupan masyarakat disana, juga menikmati denyut kota. Ia ingin agar pembaca bisa merasakan keaslian nuansa kota Macau didalamnya.

Buku yang masih dirahasiakan judulnya itu dijadwalkan akan rilis tahun 2010 pada saat Valentine yang bersamaan jatuhnya dengan Imlek. (sen/photo: istimewa)