 |
The Lovely Bones : Kisah Sedih Dan Kehilangan
Jumat, 22 Januari 2010
|
”Namaku Salmon, seperti nama ikan, dan nama depanku Susie. Umurku empat belas saat dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973.”
Itu adalah penggalan narasi oleh Susie Salmon. Seorang gadis yang masih SMP yang diperkosa dan dibunuh di ladang jagung hanya beberapa meter dari rumahnya. Orang yang membunuh Susie tak lain tak bukan adalah tetangganya sendiri, George Harvey. Susie ia bunuh persis di saat ibunya, Abigail Salmon, sedang menyiapkan makan malam dan ayahnya, Jack Salmon, sedang memasukkan mobil ke garasi. Setelah memperkosa Susie dan membunuhnya, Mr.Harvey memasukkan mayatnya ke dalam sebuah kotak brankas yang terbuat dari besi, dan membuangnya ke dalam saluran pembuangan yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Susie lalu masuk ke alam baka. Dari sana dirinya melihat bagaimana keluarganya bingung mencarinya. Ayahnya, Jack, menelpon polisi untuk meminta bantuan mencari anaknya yang hilang. Polisi akhirnya datang dan segera mencari kira-kira dimana anaknya berada. Dibantu oleh detektif muda yang bernama Len Fenerman, mereka semua mencari Susie. Namun, kejadian selanjutnya sangat mengejutkan untuk semuanya. Polisi menemukan sebuah lengan siku yang diduga milik Susie. Mau tidak mau polisi, yang kali ini diwakili oleh Len, berbicara kepada keluarga Susie bahwa kemungkinan Susie telah mati.
Susie melihat kehancuran keluarga dan sahabatnya dari alam baka. Ia mengetahui betapa Ayah, Ibu berserta kedua adiknya sangat kehilangan dirinya. Betapa teman dan cowok yang menyukainya merasakan dampak dari kepergiannya yang sangat tragis. Ayahnya yang terobsesi mencari pembunuh anak gadisnya diduga mulai kehilangan akal, Ibunya yang kehilangan Susie menjadi tersisih saat mulai kehilangan perhatian ayahnya serta kepercayaan dirinya. Adik perempuannya yang bernama Lindsey, menjadi gadis tertutup dan sulit dipahami. Serta adik lelakinya yang bernama Buckley masih berusaha memahami apa arti kata "meninggal", karena usianya baru berumur empat tahun saat Susie dibunuh. Dan pada saat itu pula ia terus menerus menanyakan kakaknya.
The Lovely Bones karangan Alice Sebold ini adalah sebuah novel yang berbeda dari biasanya. Novel ini tidak menyuguhkan dan menceritakan sebuah dongeng. Namun lebih kepada cerita yang mendalam serta menantang kita untuk menggunakan daya imajinasi dan memberikan suatu interpretasi yang berbeda-beda, tergantung pada pribadi-pribadi yang membacanya. Hal ini dikarenakan Alice memilih narasi sebagai kekuatan novelnya. Alice juga sangat pintar menggambarkan setiap kejadian yang dilalui oleh Susie beserta keluarganya. Dia dengan piawai mengungapkan perasaan sedih dan kehilangan setiap anggota keluarga. Dia bisa membuat kita, para pembaca, seolah-olah berada berdiri tepat di samping Susie sewaktu ia menceritakan kejadian-kejadian dalam narasinya. Dan begitu selesai membaca buku ini, Alice menyisipkan suatu pesan kepada kita semua bahwa “sesungguhnya kematian bukanlah suatu akhir, namun awal dari kehidupan selanjutnya”. Kita semua bisa belajar banyak dari keluarga Susie Salmon, bagaimana menghadapi kesedihan dan kehilangan. (rar)
Judul Buku : The Lovely Bones
Pengarang : Alice Sebold
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
|
|
|
|
|
|
|