Home | Archive Login | Register
Kamis, 9 September 2010
 
Lovely Today
Kompleksekali : Antara Soeharto Dan Gus Dur
Minggu, 10 Januari 2010
Banyak hal yang bisa dikenang dari sosok Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mulai dari sifat, perilaku, guyonan sampai kontroversi. Salah satu pelukis asal Solo mencoba menggambarkan Gus Dur seperti tokoh Semar.

Jaya Adhi, pelukis bergaya nyentrik, menjadi salah satu yang ikut memamerkan lukisaannya di pagelaran 'Kompleksekali' di Gallery Cipta II Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. 'Kompleksekali' digelar dari 9 - 16 Januari 2010. Jaya tak sendiri, ada 14 pelukis asal kelompok Meja Putar yang juga ikut berpartisipasi. Dari 30 lukisan yang menggambarkan poblematika kehidupan bangsa, ada dua lukisan yang menarik dan sepintas terkesan provokatif. Lukisan itu menggambarkan cerita wafatnya Presiden kedua dan keempat Republik Indonesia.

Sang pelukis, Jaya Adhi, tetap dengan karakter nyeleneh-nya mencoba menginterpretasikan kematian dengan imajinasinya sendiri. Misalnya lukisan yang menggambarkan wafatnya Soeharto. Lukisan itu menggambarkan Soeharto yang terbaring dikelilingi 11 sosok Soeharto dengan karakter yang berbeda. Di antaranya Soeharto sebagai Jendral, Soeharto berpakaian Jawa, Soeharto sebagai Presiden, dan lain-lain. Jaya menunjukkan banyaknya karakter yang dimiliki Soeharto. Semasa hidupnya Soeharto tak hanya banyak mendapatkan pujian, namun juga menerima tak kurang banyak celaan dari rakyat Indonesia. Namun perlahan pujian dan celaan tersebut tertutup dengan karakter-karakternya. Karenanya saat Soeharto wafat, karakter semasa hidupnya masih mengelilingi dirinya, bahkan melindungi.

Lain lagi dengan lukisan kematian Gus Dur. Jaya lebih lengkap menggambari sosok Gus Dur. Uniknya, lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta itu frontal menyamakan Gus Dur dengan tokoh pewayangan Semar. Jaya mempunyai alasan sendiri menyamakan sosok Gus Dur dengan Semar. Dari sisi fisik, Gus Dur jelas sama dengan Semar. Dalam pewayangan Jawa dan Sunda, Semar digambarkan bertubuh gemuk, Gus Dur juga khas dengan sosoknya yang tambun. Di setiap pementasan, Semar juga mempunyai sifat yang jenaka untuk meluberkan suasana tegang dalam cerita peperangan Mahabarata. Begitu juga dengan Gus Dur yang dikenal cerdas mencairkan suasana.

Sifat lainnya yang sama antara Semar dan Gus Dur adalah sifat asuhnya. Dalam kisah pewayangan, Semar bertindak sebagai pengasuh golongan ksatria dari keturunan Resi Harumanasa, bahkan Pandawa. Asuhan Semar selalu menang dalam peperangan. Begitu juga dengan Gus Dur, semasa hidupnya ia banyak melahirkan tokoh-tokoh NU dari tahun 60-an. Secara tidak langsung banyak tokoh yang terinspirasi dengan pemikiran-pemikirannya.

Belum selesai dengan penggambaran sifat Gus Dur dengan Semar, Jaya juga menceritakan kematian Gus yang terhormat. Banyak yang menangisi kepergiannya, tak terkecuali mantan-mantan Presiden RI. Tak hanya orang-orang besar yang menangisi, para pemuka agama pun berharap berada disamping Gus Dur di saat kematiannya.

Kedua lukisan tersebut dinilai Jaya sangat menggambarkan keadaan Indonesia saat ini. Indonesia mau tidak mau harus menangis dengan kehilangan dua tokoh pembangunan Indonesia. Bedanya Soeharto banyak dinilai dengan sisi kontroversi negatif, sedangkan Gus Dur dengan kontroversi positif. Keduanya pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia, namun dengan zaman yang berbeda.

Tak hanya permasalahan perpolitikan Indonesia yang diangkat. Masalah pribadi soal marjinalisasi fisik pun diangkat. Lukisan 'Kurus...Gemuk...Gak Masalah' karya Christiana Anggriani mencambuk keras permasalahan orang-orang bertubuh gempal yang selalu merendahkan dirinya sendiri. Ada lagi lukisan yang menyemangati generasi baru negara ini seperti 'Menuju Puncak' karya Agussis. Serba kompleks, itulah yang mungkin tertangkap dari wajah Indonesia terkini. (pbb)




ARTIKEL LAIN DI ART
Tenganan Sebagai Representasi Kritis Tradisi
The Fitting Room Bergulat Dengan Identitas
President's Young Talents Mengeksplorasi Seni
Vox Populi Vox Dei
Urbantopia Menembus Batas Fotografi
Tentang Tubuh dan Perempuan
ARTIKEL LAIN:
Avril Lavigne Luncurkan Alice Underground
Jackie Chan Akan Menyanyi & Menari
Lady Gaga Jadi Ratunya People's Choice Awards
Hari Untuk Amanda : Mantan Atau Calon Suami?
Yuke 'Dewa 19' Tergoda Bujukan Andra & Once
D'Masiv Lebih Mellow
Sam Mendes Segera Besut Lanjutan James Bond
Audy Pergi Untuk Kembali
The Hurt Locker Kembali Borong Award Di Festival
Simon Cowell Kembali Tampil Di The Simpsons