Home | Archive Login | Register
Minggu, 5 September 2010
 
Lovely Today
The Hunger Games : Petualangan Seorang Gadis Untuk Bertahan Hidup
Rabu, 2 Desember 2009

“ketika kita dihadapkan dalam satu-satunya pilihan, yaitu membunuh atau dibunuh, pilihan manakah yang akan Anda pilih?”

Pilihan inilah yang sedang dihadapi oleh Katniss Everdeen, seorang gadis remaja yang tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12. Dikarenakan pemberontakan masa lalu terhadap Capitol, yang notabene adalah pusat kota negara Panem yang berdiri diatas daerah bekas Amerika Utara yang telah musnah, setiap tahunnya 12 distrik yang mengelilingi Capitol diharuskan mengirim seorang anak perempuan dan anak laki-laki, untuk bertarung di arena yang nantinya akan ditayangkan secara langsung dalam acara televisi The Hunger Games.

Karena nanti hanya ada satu pemenang setiap tahunnya, tujuan setiap distrik sekarang hanyalah satu, yaitu pilihan yang sedang dihadapi Katniss, dibunuh atau membunuh. Katniss sendiri sebenarnya enggan mengikuti The Hunger Games. Dia mengikuti permainan ini semata-mata mengajukan diri untuk menggantikan adiknya yang bernama Primrose Everdeen, yang terpilih dari sekian banyak kemungkinan anak perempuan lainnya mewakili distrik 12 untuk mengikuti The Hunger Games. Dia mengajukan diri menggantikan Prim karena rasa sayang dan cinta terhadapnya, serta dia tidak ingin melihat Prim mati konyol dalam permainan yang memiliki tujuan bertarung sampai mati ini.

Selain Katniss, distrik 12 juga mengirimkan satu anak laki-laki. Namanya Peeta Mellark. Dia adalah seorang anak tukang roti. Seperti halnya Prim sebelum digantikan Katniss, Peeta mengikuti permainan ini juga karena dia terpilih dari sekian banyak anak laki-laki yang berada dalam distrik 12. Dari sinilah kehidupan keduanya berubah, baik Katniss maupun Peeta. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh anggota keluarga dan teman-teman, dengan ditemani oleh orang yang menjadi mentornya, Haymitch, keduanya berangkat meninggalkan Distrik 12 untuk menuju Capitol. Sesampainya disana, mereka menyiapkan segala sesuatu untuk berjuang dalam permainan ini. Dimulai dari latihan fisik, latihan bertahan hingga latihan menjebak sesama petarung, dijalani keduanya. Setelah semuanya siap, maka dimulailah pertarungan 24 orang yang nantinya tidak akan pernah dilupakan oleh Capitol.

Kisah menegangkan yang berakhir dengan kebahagiaan untuk salah satu distrik serta kesedihan mendalam bagi salah satu peserta adalah kesimpulan begitu selesai membaca buku ini. Suzanne Collins, penulis buku ini, mengemas cerita dengan sangat unik, penuh detil dan rapi. Dia menggambarkan setiap kejadian yang menaik-turunkan emosi pembaca, baik itu yang terjadi didalam distrik 12 maupun arena pertarungan , dengan sangat baik. Ditambah dengan bumbu percintaan, cerita yang mengalir dalam buku ini menjadi daya tarik tersendiri. “Penyesalan terjadi disaat kita mempunyai 2 pilihan, namun kita tidak memilih keduanya dan tidak melakukan apa-apa”, adalah pesan yang ingin disampaikan Suzanne kepada kita semua. Suzanne ingin kita semua membuat sebuah pilihan, walaupun pilihan itu sangat menyakitkan untuk kita. Katniss tidak menyesal dengan pilihannya untuk menggantikan adiknya, karena dia telah mempunyai, meyakini dan memilih pilihan yang dianggapnya benar. Jadi, apakah selama ini kita telah membuat pilihan yang tepat dalam kehidupan yang kita jalani? Kita bisa belajar dari Katniss bila belum menemukan jawabannya. (rar)


Judul Buku : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009




ARTIKEL LAIN DI BOOKS
Book Review : KONSER
Book Review : MY LIFE IN FRANCE
Book Review : EAT PRAY LOVE
ARTIKEL LAIN:
Old Dogs : Komedi Persahabatan Pria Parobaya
Black Eyed Peas Segera Gelar Tur Dunia
Precious Vs The Last Station Di Spirit Awards
Mariah Carey Rilis Album Di Februari
The Hurt Locker Berjaya Di Gotham Awards
Konser 30 Tahun Addie MS
10 Film Paling Gagal Dekade Ini Part 2
Colbie Caillat Dukung Project Album Amal
Cinta Laura Contek Abis Lady Gaga
Britney Spears Siap Rilis Album Juni 2010