Home | Archive Login | Register
Kamis, 9 September 2010
 
Lovely Today
The Fitting Room : Sebuah Pergulatan Terhadap Identitas
Selasa, 3 November 2009

Apakah kita sebagai Warga Negara Indonesia telah menemukan identitas kita sendiri? Mungkin itulah pertanyaan yang terlintas di benak kita begitu melihat pameran Mella Jaarsma. Eksibisi bertajuk “The Fitting Room” diadakan di Galeri B dan Galeri C, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada tanggal 27 Oktober - 8 November ini. Pameran dengan kurator Agung Hujatnikajennong ini menampilkan berbagai lukisan, video, gambar serta instalasi Mella sejak tahun 1993 sampai sekarang.

Pameran “The Fitting Room” ini adalah suatu upaya Mella untuk mendudukkan karya-karyanya ke dalam kerangka persoalan identitas. Wujud karya-karyanya seringkali nampak sederhana. Hal ini dikarenakan Mella menggunakan dan memanfaatkan bahan material yang bisa kita temui sehari-hari. Bentuknya pun menyerupai benda domestik yang telah kita kenali sebelumnya. Sejak awal, Mella memang tidak pernah mengembangkan suatu gaya yang khusus. Dirinya lebih menitikberatkan pada gagasan, makna serta sebagai cara dan suatu provokasi yang akhirnya bisa menggugah dan menjadi bahan perenungan bagi para masyarakat yang melihat karyanya.

Contohnya ada di dalam karyanya yang berjudul 'Refugee Only'. Karya Mella yang ini tampil dalam bentuk yang ambigu. Karyanya yang ini menyiratkan bentuk pakaian dan tenda sekaligus pakaian itu sendiri. Didalamnya terdapat barang-barang yang kita pakai setiap hari semisal tasbih, gelas dan pasta gigi serta sabun. Namun di sisi lain, Mella menekankan melalui karyanya yang ambigu bahwa ambiguitas itu sendiri merupakan sebuah bentuk sebagai strategi artistik untuk menghadirkan suatu isu mendasar tentang identitas yang akhirnya nanti menimbulkan pertanyaan, bukan jawaban.

Sang empunya pameran ini, Mella Jaarsma, menuangkan gagasan serta berbagai pertanyaannya melalui bahasa seni rupa. Dia memilih beragam kostum yang mempunyai bentuk berbeda dikarenakan media ini lebih banyak dikenali dan akrab serta dekat dengan siapapun, sehingga bisa mencerminkan pergulatan dan pencarian terhadap suatu identitas itu sendiri. Akhirnya, apakah kita telah menemukan identitas kita lewat karya Mella? Pertanyaan yang jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing. (rar)


ARTIKEL LAIN DI ART
President's Young Talents Mengeksplorasi Seni
Vox Populi Vox Dei
Urbantopia Menembus Batas Fotografi
Tentang Tubuh dan Perempuan
ARTIKEL LAIN:
Rihanna Bocorkan Album Barunya
MTV EMA Peringati Tembok Berlin
Boyzone Siapkan Tribute Untuk Gately
Film Kiamat 2012 Segera Beredar
Ello Duet Dengan Astrid Karena Depresi?
Book Review : MY LIFE IN FRANCE
Slank Serukan Kepedulian Sosial
The Ting Tings Goyang Istora Senayan
Soundtrack New Moon Terlaris Di Amerika
Heath Ledger Sutradarai Video Klip Rap