FOLLOW US

Festival Film Animasi Indonesia 2009: Belajar Sederhana Dari Desa

Kamis, 22 Oktober 2009

Festival Film Animasi Indonesia 2009: Belajar Sederhana Dari Desa

Festival film sering diidentikkan dengan kesan glamour. Namun stereotipe itu tak bisa dikenakan pada festival Film Animasi Indonesia 2009. Setelah sebelumnya diselenggarakan tiga kali di Jakarta dan sekali di Jambi, tahun ini diadakan di desa Grabag, Magelang, Jawa Timur. Kali ini akan diadakan pada 27-31 Oktober 2009.

Pemilihan tempat pelaksanakan festival semakin meneguhkan ide sebuah kesederhanaan. Namun, hal ini bukan tanpa tujuan. Salah satunya adalah pembuktian bahwa pengetahuan tentang animasi di Indonesia telah masuk ke relung desa, yang tumbuh dan menjadi agen penonton aktif terhadap film-film animasi yang diputarkan di televisi nasional atau pun melalui VCD dan DVD. Keberadaan media cakram digital ini terbukti mudah didapatkan di kota-kota yang dekat Desa Grabag, seperti Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Semarang, Salatiga, Surakarta dan Purworejo. Maka, eksperimentasi penyelenggaraan festival film bertaraf internasional di sebuah desa menjadi sesuatu yang menarik.

Meski diselenggarakan di sebuah desa, tak berarti Festival Film Animasi Indonesia 2009 menjadi kurang menarik. Karya-karya animasi internasional, khususnya dari Asia, seperti Filipina, Singapura, Thailand, Korea, Jepang, Cina dan Malaysia akan dihadirkan berdampingan dengan kegiatan pemutaran film-film animasi yang dibuat oleh para animator dan seniman dari Indonesia. Tak hanya itu, juga diselenggarakan workshop membuat film animasi video musik/klip dengan teknik cut-out animasi atau menggunakan gambar tangan yang dipotong-potong menjadi kolase. Teknik perekamannya menggunakan kamera still photo yang dipadukan dengan software yang secara khusus untuk menghidupkan gambar-gambar still menjadi animated.

Film animasi panjang dari Amerika "Up" terpilih sebagai film pembuka. Sementara penutupan festival akan diisi dengan screening rekaman Wayang Surodiro Jayaningrat dengan dalang Ki Manteb. (ipe/photo: istimewa)