FOLLOW US

Potlot Jadi Saksi Bisu Lahirnya Mahakarya Slank

Rabu, 18 July 2012

Potlot Jadi Saksi Bisu Lahirnya Mahakarya Slank
Nama besar Slank tak terlepas dari Gang Potlot di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Potlot ibarat sebuah muara ide-ide segar tentang kehidupan anak manusia, kisah cinta, kritik sosial terlahir secara manis lewat bait-bait yang tertuang dalam lagu Slank.

Sekiranya tidak berlebihan jika Potlot kembali mewarnai Slank mengukir sejarah baru melahirkan rekaman live dalam penggarapan album repackage yang istimewa bertajuk 'I Slank U'. Kata istimewa punya makna tersendiri bagi band yang beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ridho (gitar), Ivanka (bas), dan Abdee (gitar).

Istimewa karena untuk pertamakalinya Slank memanfaatkan ruang terbuka dalam kompleks rumah keluarga Bimbim itu untuk rekaman album selama sepekan (12-19 Desember 2011) mulai dari halaman parkir, arena bermain anak-anak, taman belakang rumah, pendopo sampai halaman lainnya satu persatu disulap menjadi studio.

"Ini album terobosan baru karena kita melakukan hal lain lagi di sini dan belum dilakukan oleh siapa-siapa selain Slank," kata frontman Slank, Kaka, di Potlot, Jakarta belum lama ini. "Gue akui Ini hal yang gila. Prinsipnya kita orang-orang yang doyan eksperimen, ada adrenalin yang meninggi. itu yang bikin seru. Adrenalinnya karena jangan sampai ada kesalahan."

Rekaman live bukan sebuah hal mudah, apalagi harus mengaransemen secara langsung 14 lagu dalam repackage album cinta Slank 'I Slank U' itu. Rekaman dilakukan secara one take only sehingga jika ada kesalahan mereka harus mengulang dari awal lagi.

Bimbim menjelaskan dalam proses rekaman, mereka sengaja tak menggunakan alat kedap suara untuk menangkap suasana di sekitar tempat rekaman. Bimbim mencontohkan saat merekam lagu bernafaskan religi bertajuk 'Sedekah' kebetulan hujan sedang turun malah terdengar sangat syahdu.

"Di lagu bernafaskan relgi berjudul 'Sedekah' ada suara hujan. Itu memang sengaja kita rekam pas hujan turun," tutur Bimbim.

Pengerjaan rekaman secara live menurut Bimbim kendati tidak murah secara finansial, tapi memiliki pesan yang dalam. Selain sebuah terobosan baru, pengerjaan album ini juga mengisyaratkan menuju perubahan yang lebih baik.

"Album ini mengajak orang berbuat baik sesuai tema utama album ini yakni 'Revolusi Cinta'," ujar Bimbim. "Kita merasa dunia semakin tua, karma semakin dekat. Perbuatan baik akan cepat pula dibalas dengan kebaikan pula," imbuh Bimbim yang diamini keempat rekannya. (and)