FOLLOW US

'Melekat Di Jiwa' Bukti Kerispatih Belum Habis

Jumat, 6 July 2012

'Melekat Di Jiwa' Bukti Kerispatih Belum Habis
Perasaan gamang Kerispatih band untuk merilis album baru sempat santer menjadi pembicaraan hangat selepas Sammy Simorangkir tidak lagi sebagai vokalis. Apalagi setelah melempar album 'Semua Tentang Cinta' tahun 2009 praktis band yang digawangi Badai (keyboard dan music director), Arief (gitar), Andhika (bas), Anton (drum ) dan Fandi Santoso (vokal menggantikan Sammy Simorangkir) terdengar sepi mengeluarkan album baru.

Seperti tersentak Kerispatih di tahun 2012 ini membuktikan diri belumlah habis menghasilkan karya-karya lagu nan indah dan romantis. Album 'Melekat di Jiwa' seakan menjadi jawaban atas keraguan band yang berdiri sejak 2003 ini telah habis. Terlebih kerinduan Mahapatih (fanbase Kerispatih) sudah tidak bisa ditawar lagi band kesayangannya itu kembali hadir diblantika musik anak negeri.

"Ini merupakan album pertama kali dengan vokalis yang baru," ujar Badai saat jumpa pers di kantor Nagaswara, Jl. Johar, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (5/7). "Ini juga sekaligus pembuktian Kerispatih tetep eksis."

Badai secara khusus mengakui album tergres mereka tak lepas dari dukungan dari Mahapatih yang selama ini selalu setia. Khusus buat Mahapatih, Badai sengaja menciptakan lagu buat mereka.

"Lagu 'Karena Mereka Selalu Ada' (Mahapatih Anthem) secara khusus kita persembahkan pada Mahapatih. Dukungan dan support-nya selama ini, kita coba memberi penghormatan dengan lagu tersebut," ungkap Badai.

Album 'Melekat di Jiwa' yang bermaterikan 13 lagu baru dan 1 lagu kompilasi karya-karya terbaik Kerispatih yang diberi judul 'Unforgetable Journey 2003-2011' bisa dibilang bukanlah album biasa. Terlebih sentuhan Sa'unine String Orchestra, Hyper Sax Brass Section dan Improptu Choir semakin memperkaya warna musik di album ini.

"Tak hanya sentuhan musik kita yang semakin kaya dan berwarna, saya dan Fandi berduet ditembang 'Bukan Ukuran Cinta Matiku' dan 'Selalu Setia'. Saya juga tampil solo di single 'Mengalahkan Hati'," ungkap Badai.

Badai menegaskan duetnya dengan Fandi, maupun ia tampil solo bukan karena kurang percaya akan kemampuan vokal Fandi. Justru, album 'Melekat di Jiwa' total secara vokal milik Fandi.

"Kita memberikan keleluasaan Fandi untuk bernyanyi lepas. Fandi cepat sekali beradaptasi dengan musik Kerispatih. Kita akui dia memiliki mental baja," kata Badai. "Semua tentu lewat proses yang tidak mudah, inilah yang kita perlukan sebagai sosok baru Kerispatih."

Fandi sendiri berharap kehadirannya di album terbaru Kerispatih ini mendapat respon baik dari penikmat musik. "Semoga karya baru ini bisa melekat di jiwa pendengar," kata Fandy. (and)