FOLLOW US

'Keumala' Pergulatan Hati Dua Anak Manusia

Rabu, 29 Februari 2012

'Keumala'  Pergulatan Hati  Dua Anak Manusia
'Keumala' (Cahaya) merupakan sebuah film drama romantis yang dibintangi oleh Nadia Vega dan Abimana Aryasatya. Film besutan sutradara Andhy Pulung ini bercerita tentang betapa besarnya kekuatan cinta antara dua insan yang saling menyayangi. Kisah-kasih mereka ini bersettingkan indahnya kota Sabang.

Andy sendiri sebetulnya telah lama malang melintang sebagai penata gambar di beberapa film seperti 'Under The Tree' dan 'Opera Jawa'. Kini ia dipercaya oleh Teuku.M.Iqbal dari Indirama Film untuk menjadi sutradara film 'Keumala'.

Keumala sendiri mengangkat kisah tentang pertemuan tidak sengaja antara Keumala (Nadia Vega) dan Langit (Abimana Aryasatya) di atas sebuah kapal. Cerita keduanya bergulir di atas kapal mulai dari perbincangan idealisme sebagai fotografer dengan penulis sekaligus pembuat sketsa yang cantik namun keras kepala.

Pertemuan dibalut dengan perdebatan di atas kapal ini pada akhirnya memunculkan sebuah kedekatan dan satu sama lain saling memahami. Benih-benih rasa mulai tubuh dibalik sikap keras kepala Keumala dan Langit. Romantisme senja di kapal seperti memupuk benih yang mulai tumbuh dalam hasrat dua anak manusia tersebut.

Di Sabang, Keumala justru dibenturkan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Setelah ia mengetahui ia justru divonis menderita retinitis pigmentosa, sebuah penyakit menurun yang bisa berujung pada kebutaan.

Ditilik dari keseluruhan film ini memang memanjakan mata akan keindahan pesona bahari kota Sabang. Secara materi cerita film yang diproduksi selama kurang lebih 16 hari ini cukup menyentuh perasaan penonton. Film yang diproduseri Ina Limbong Riung ini juga menampilkan hal baru mengambil syuting di atas kapal.

"Di film ini saya merasa tertantang, karena belum pernah ada film Indonesia yang menggunakan kapal laut yang benar-benar sedang melakukan perjalanan sebagai lokasi syuting. Kita pilih cerita drama dan kapal laut di film ini sebagai simbol perjalanan dan sosialisasi antar sesama penumpangnya," ungkap Andhy Pulung, sang sutradara.

Sementara akting Nadia Vega juga cukup memuaskan. Ekpresi wanita keras kepala cukup menyatu pada dara yang kurang lebih 5 tahun vakum dari dunia hiburan. "Tantangannya di film ini puitis banget, dan Keumala ini kan menderita rabun senja, kalau siang bisa melihat tapi malam enggak bisa melihat," tukasnya.

Sedikit catatan untuk film perdana produksi Indira Films ini, yakni dari segi dialog yang terbangun sarat menggunakan bahasa puitis. Indah memang terdengar di telinga, namun terasa berat untuk menikmati konflik yang terjadi diantara Langit dan Keumala.

Satu hal lagi film yang hampir 50 persen mengambil lokasi atau setting di atas kapal memang terhitung baru dunia perfilman nasional. Namun, melodrama yang terbangun di atas kapal terasa monoton. Terlepas film ini mendapat sponsor dari perusahaan kapal nasional. Sajian permainan kata-kata yang sarat puitis membuat penonton harus mencernanya lagi.

Terlepas daripada itu 'Keumala' yang bakal tayang, 1 Maret 2012 patut di apresiasi. Jika melihat dari film-film sebelumnya yang bersetting daerah eksotis seperti Belitung di 'Laskar Pelangi', rasanya 'Keumala' pun akan membuat kota Sabang populer segera setelah peluncuran filmnya.(and)