'PMR Cube Cotemporary Culture Interplay' Paduan Apik Fashion dan Seni
Minggu, 4 Desember 2011
PMR Cube, pameran seni rupa kontemporer yang berinteraksi dengan fashion, digelar di Jakarta, 1-6 Desember 2011, tepatnya di Atrium Sampoerna Strategic Square. Dalam acara pembukaan yang dihadiri Jim Supangkat (kurator), Sebastian Gunawan (perancang busana), dan Millie Stephanie, Chief Executive Officer Mobiliari Media Group, PMR Cube mengangkat tema 'Contemporary Cultural Interplay', yang merupakan perhelatan seni rupa kontemporer yang ditampilkan berbeda dan lebih istimewa.
Interaksi seni rupa kontemporer dengan fashion dapat dinikmati melalui lebih dari 100 karya seni terbaru dalam pameran ini. ara pelaku seni ini menghadirkan karya yang dekat dengan gaya hidup dan tetap menjadi dirinya, sebagai seniman dan perancang busana
Jim Supangkat, didaulat sebagai kurator menilai perhelatan semacam ini, yang mengatasnamakan sebuah budaya 'pop' mengurai segala keterbukaan seni kotemporer. "Ada peluang untuk mengkritisi atau bahkan menerima dengan tangan terbuka," ujarnya.
Bagi yang menghina kegilaan itu, mempercayakan anggapan tentang kemustahilan adanya hubungan baru antara kebudayaan dan kesenian. Adapun, pihak yang 'bersuka-cita' dengan gaya seni baru ini makin mengibarkan budaya ini ketingkat popularitas. “Tidak berlebihan muncul anggapan bahwa seni semacam ini hanya sebagat selera konsumerisme," katanya.
Sementara menurut perancang Sebastian Gunawan, pada dasarnya cara kerja seniman dan disainer tidaklah berbeda. Masing-masing menghadirkan hasil karya berangkat dari imajinasi yang berasal dari berbagai hal di sekelilingnya. Bedanya, bila perupa mewujudkan imajinasinya dalam bentuk seni rupa, disainer mewujudkannya dalam bentuk busana. Perbedaan lain, disainer juga harus berinteraksi dengan pelanggan yang akan mengenakan busana hasil kreasinya.
"Banyak desainer yang khawatir karena biasanya filosofi kita adalah membuat karya untuk pelanggan. Dalam pameran ini, desainer ditantang bisa total dengan imajinasi pribadinya," ungkap Seba sapaan akrab Sebastian Gunawan
Sedangkan Millie Stephanie, Chief Executive Officer Mobiliari Media Group, mengatakan melalui pameran perdana PMR Cube ini, seniman dan perancang busana muda Indonesia lebih dikenal dan berpeluang untuk tampil di kancah internasional. Selain itu Pameran serupa juga akan diadakan Art Stage di Singapura dengan Lorenzo Rudolf (Pendiri dan CEO Art Stage Singapore) sebagai penggagasnya. Menurut Millie, kerjasama PMR Cube dan Art Stage memungkinkan seniman dan desainer fashion Indonesia untuk berkiprah di panggung dunia. (and)
Interaksi seni rupa kontemporer dengan fashion dapat dinikmati melalui lebih dari 100 karya seni terbaru dalam pameran ini. ara pelaku seni ini menghadirkan karya yang dekat dengan gaya hidup dan tetap menjadi dirinya, sebagai seniman dan perancang busana
Jim Supangkat, didaulat sebagai kurator menilai perhelatan semacam ini, yang mengatasnamakan sebuah budaya 'pop' mengurai segala keterbukaan seni kotemporer. "Ada peluang untuk mengkritisi atau bahkan menerima dengan tangan terbuka," ujarnya.
Bagi yang menghina kegilaan itu, mempercayakan anggapan tentang kemustahilan adanya hubungan baru antara kebudayaan dan kesenian. Adapun, pihak yang 'bersuka-cita' dengan gaya seni baru ini makin mengibarkan budaya ini ketingkat popularitas. “Tidak berlebihan muncul anggapan bahwa seni semacam ini hanya sebagat selera konsumerisme," katanya.
Sementara menurut perancang Sebastian Gunawan, pada dasarnya cara kerja seniman dan disainer tidaklah berbeda. Masing-masing menghadirkan hasil karya berangkat dari imajinasi yang berasal dari berbagai hal di sekelilingnya. Bedanya, bila perupa mewujudkan imajinasinya dalam bentuk seni rupa, disainer mewujudkannya dalam bentuk busana. Perbedaan lain, disainer juga harus berinteraksi dengan pelanggan yang akan mengenakan busana hasil kreasinya.
"Banyak desainer yang khawatir karena biasanya filosofi kita adalah membuat karya untuk pelanggan. Dalam pameran ini, desainer ditantang bisa total dengan imajinasi pribadinya," ungkap Seba sapaan akrab Sebastian Gunawan
Sedangkan Millie Stephanie, Chief Executive Officer Mobiliari Media Group, mengatakan melalui pameran perdana PMR Cube ini, seniman dan perancang busana muda Indonesia lebih dikenal dan berpeluang untuk tampil di kancah internasional. Selain itu Pameran serupa juga akan diadakan Art Stage di Singapura dengan Lorenzo Rudolf (Pendiri dan CEO Art Stage Singapore) sebagai penggagasnya. Menurut Millie, kerjasama PMR Cube dan Art Stage memungkinkan seniman dan desainer fashion Indonesia untuk berkiprah di panggung dunia. (and)
Entertaiment Articles
- Jakarta Love Bike 2 Sukses Digelar
- Imelda Usung Musik Urban Dangdut
- Foto Kolaborasi Vanya, Pay dan Irang di Klik Awards 2011
- Foto : Agnes Monica 'Save a Teen Charity Concert'
- Foto Terbaru Daniel Craig dan Rooney Mara di 'The Girl with the Dragon Tattoo'
- Lady Antebellum Cetak Sejarah di Tangga Lagu Billboard 200
- Raffi Ahmad Kelimpungan Tanpa Yuni Shara
Others Articles
- TVXQ Rilis MV Untuk Winter Rose
- Pesona Seksi Song Hye Kyo Untuk Vogue
- Big Bang Rilis Teaser Haru Haru Versi Jepang
- GD TOP Rilis MV Pendek Oh Yeah Versi Jepang
- Aroma Parfum & Mood
- Film Jang Geun Seuk You're My Pet Akan Dirilis Di 9 Negara Termasuk Indonesia
- Joo Ji Hoon Senyum Ku Sekarang Bukan Senyumku yang Sebenarnya












HOLO 2.0 Sebagai Komputer Portable Masa Depan
Tattooth
President's Young Talents Mengeksplorasi Seni
Think Eco!
Steal The K-Style
Warna Pakaian & Energi
Polaroid SC1630 Kolaborasi Apik Android dan Kamera
Asia Fashion Exchange
Coldplay 'Mylo Xyloto' Terinspirasi dari Krisis Ekonomi Global
Mister Band Impikan Kolaborasi Bareng Soneta Band