FOLLOW US

Totto Chan : Gadis Cilik di Jendela

Sabtu, 23 July 2011

Totto Chan : Gadis Cilik di Jendela

Ceria, periang, dan murah senyum , Itulah Totto Chan. Namun banyak orang menganggap Totto Chan sebagai gadis kecil yang nakal hanya karena rasa ingin tahunya yang besar. Bagi mereka yang mengenal Totto Chan justru akan berpendapat dia seorang gadis kecil yang sangat pandai dan cerdas. Sudut pandang dan pemikirannya yang tidak sama dengan anak-anak sebayanya, mampu memberikan inspirasi banyak orang. Dalam hidup ini banyak hal yang jarang terpikirkan karena keingintahuan yang besar semua dibuat terheran-heran.

Toto Chan dikenal sebagai anak semata wayang yang mandiri dan sangat dekat dengan Ibunya. Betapa senangnya ia ketika mengetahui dirinya akan mulai bersekolah. Totto Chan tidak dapat membayangkan betapa beruntung dirinya karena akan memperoleh ilmu dari seorang guru yang baik hati, bisa bercengkrama dengan teman-teman baru, menyantap makanan bersama, dan berpetualang sesuka hati.

Hingga suatu hari, Totto Chan dikeluarkan dari sekolah. Sang Ibu Guru tidak dapat lagi menahan kesabaran dalam menghadapi tingkah laku Totto Chan. Penyebabnya saat jam sekolah berlangsung, Totto Chan malah duduk di pinggir jendela memanggil para pemusik jalanan yang sedang berlalu di depan sekolahnya. Sang Ibu lalu memindahkan Totto Chan ke sekolah lain. Tindakan sekolah dianggap sang ibu sangat berlebihan karena menurutnya apa yang dilakukan anaknya masih dalam batas kewajaran.

Totto Chan memulai hari barunya bersekolah di Tomoe Gakuen. Sekolah ini menggunakan gerbong kereta sebagai sarana untuk belajar. Di sekolah barunya, Totto Chan belajar mengenai kejujuran, kepercayaan, juga persahabatan yang tidak diperoleh di sekolah sebelumnya. Totto Chan sangat dekat dengan sang kepala sekolah yang sering mengajaknya bercerita sambil memangku dirinya. Keceriaannya tiba-tiba luntur saat pecah Perang Pasifik. Sekolahnya hancur terkena serangan bom yang dijatuhkan pesawat B29 di malam hari. Saat itu pula, cita-citanya menjadi guru di Tomoe Gakuen hancur bersama dengan kelasnya yang telah luluh lantak oleh bom.

Kisah di atas merupakan bagian kecil dari begitu banyak kisah yang menarik Totto Chan yang ditulis Tetsuko Kuroyagi. Banyak nilai-nilai berharga yang dapat dipetik dari buku ini. Tetsuko sendiri mampu menggiring pembacanya merasakan kesedihan dan kebahagian seperti sama yang dirasakan Totto Chan. Wajar saja buku yang dirilis tahun 1981 masih tersedia di toko-toko buku sebagai buku 'best seller'. (mei)

Judul Buku : Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama