FOLLOW US

Roy Marten: Tuangkan Pengalaman Dalam Buku

Minggu, 21 Maret 2010

Roy Marten: Tuangkan Pengalaman Dalam Buku
Seperti kacang yang tidak lupa kulitnya, begitulah Roy Marten kini. Setelah bebas dari penjara, aktor gaek itu masih sering melakukan kunjungan ke penjara dan rumah sakit. Saat dirinya mendekam di penjara, Roy pernah menulis sebuah buku tentang pengalamannya selama di dalam penjara. Ketika ditemui di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Minggu (21/3), ia mengatakan bukunya akan segera diterbitkan.

"(Buku) baru ditulis kembali dan segera beredar. Benang merahnya dalam buku itu saya mau tunjukkan apa sebenarnya narkoba. Terus apa sih hukum di Indonesia, apa itu penjara dan apa itu keluarga. Saya ingin berbagi kepada masyarakat supaya menjadi inspirasi," pungkas ayah Gading Marten itu.

Buku based on true story diambil dari pengalaman hidup seorang Roy Marten. Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 1 Maret 1952 itu tidak khawatir adanya kontroversi dari pihak yang merasa dirugikan. "Iya, itu kenyataan yang saya alami. Ada juga yang tidak saya alami tapi saya melihatnya langsung seperti penyiksaan dari kantor polisi sampai di dalam sel," ujarnya.

Lantas, apakah tidak takut menimbulkan kontroversi? "Lha memang begitu kenyataannya. Ya nggak apa-apa, saya sudah dua kali dipenjara. Apa yang harus ditakutkan," jawabnya.

Tidak ada hal yang ditakutkan oleh bintang film Badai Pasti Berlalu itu. Selama dirinya tidak menyudutkan institusi, Roy tak pernah merasa takut dengan apapun.

"Lebih bagus, saya siap seandainya ada teror walaupun saya tidak menyudutkan institusi tertentu. Disitu (buku, red) juga ada kok apresiasi saya kepada petugas dari kalangan bawah yang dapat gaji kecil tapi setia dengan pekerjaannya. Jadi tidak hanya yang jelek-jelek aja, tapi yang bagus-bagus juga saya tulis," ucapnya. (sen)