FOLLOW US

Sudjiwo Tedjo: Jadi Sutradara Bisa Marah-Marah

Selasa, 2 Maret 2010

Sudjiwo Tedjo: Jadi Sutradara Bisa Marah-Marah
Malang melintang di panggung hiburan menumbuhkan keyakinan diri pada Sujiwo Tejo untuk lebih memilih jadi sutradara. Sebenarnya pemain film Kafir ini sudah terkenal sebagai seorang dalang. Namun pengalaman pertama membesut film Bahwa Cinta Itu Ada menawarkan sebuah pengalaman unik sekaligus menantang. "Aku itu dalang yang garap semua aktor, sastrawan, pemusik dan sutradara. Background seorang sutradara itu ya dalang. Menyutradarai film ini sebenarnya aku tidak tau ceritanya, cuma ikutin novelnya saja," kilahnya.

Justru dengan menjadi sutradara, mantan wartawan sebuah harian ternama nasional ini bisa merasakan enaknya jadi sutradara. "Kalau dulu jadi aktor capek, abis disuruh terus. Sekarang enak juga ya, jadi sutradara bisa marah-marah. Selama ini setelah membintangi 15 film aku merasakan jadi aktor itu capek, lebih capek dari sutradara," jelasnya di Planet Hollywood, Jakarta, Senin (2/3).

Pelantun 'Pada Suatu Ketika' itu ternyata punya trik khusus dalam men-direct pemainnya. " Aku sebagian men-direct film dengan saxophone atau beberapa dengan merenung. Kalau aku kehabisan kata-kata, aku pakai tarian," ungkapnya. Penulis buku Dalang Edan ini berharap film besutan pertamanya ini dapat diterima pecinta film tanah air. "Aku pikir film ini berat . Yang penting happy saja dengan film ini. Ya, semoga banyak yang nonton, karena film ini layak ditonton," ujar Sujiwo yang mulai ketagihan membuat film. (anc)