FOLLOW US

Balibo: Dicekal Karena Politis?

Kamis, 3 Desember 2009

Balibo: Dicekal Karena Politis?

Keberadaan JIFFest memang cukup erat kaitannya dengan kontroversi, terutama dengan dicekalnya sejumlah film yang sudah dijadwalkan untuk tampil di festival film terbesar di Indonesia itu. Tahun 2006 mencatat ada 5 film yang dilarang diputar, yaitu Passabe yang dibesut sutradara James Long dan Lynn Lee, film pendek animasi Timor Loro Sae dan Tales of Crocodiles yang digarap Jan van den Berg. Kesamaan dari tiga film ini adalah berlatar Timor Timur. Dua lagi yaitu film berjudul Black Road karya sutradara Willian Nessen dan Promised Paradise (Leonard Retel Helmrich) yang berlatar belakang Aceh.

Tahun ini JIFFest kembali mengalami dengan dilarangnya pemutaran film Balibo garapan sutradara Robert Connolly. Film yang mengisahkan peristiwa kematian sejumlah wartawan jaringan televisi Australia di kota Balibo, Timor Timur, 16 Oktober 1975 itu secara resmi tidak diloloskan oleh Lembaga Sensor Film. Akibatnya penonton yang telah membeli tiket untuk penayangan tanggal 6 Desember harus gigit jari.

Mengenai pelarangan ini, Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film (NBSF) Departemen Budaya, Seni, Pariwisata, Cecep S angkat bicara. Cecep menegaskan bahwa larangan pemutaran Balibo adalah untuk menjaga hubungan Indonesia, Australia dan Timor Leste yang tengah harmonis. "Indonesia tidak melihat adanya suatu kepentingan untuk membuka kasus ini lagi. Sudah disimpulkan bahwa kematian kelima wartawan asing tersebut adalah karena kecelakaan bukan disengaja," tambahnya.

Meski secara resmi dinyatakan dilarang untuk diputar, pihak JIFFest tetap mengupayakan agar film tersebut bisa disaksikan. "Kita masih mengupayakan film itu untuk diputar di JIFFest, ya setidaknya untuk tanggal 10 Desember nanti," ujar Nauval Yazid, Festival Manager JIFFest 2009 yang dihubungi hari ini. (ipe/photo: istimewa)